Umumnya, orang-orang menabung untuk beberapa tujuan di masa depan, misalnya membeli rumah, pendidikan, investasi hingga liburan. Namun bisa saja rencana tersebut akan terganggu ketika tiba-tiba kamu dihadapkan pada tagihan biaya rumah sakit yang cukup besar.
Biaya konsultasi dokter ataupun obat, mungkin masih bisa ditangani dari pendapatan bulanan, sehingga tidak perlu mengganggu uang di tabungan.
Namun, ketika kamu membutuhkan biaya untuk rawat inap, biaya operasi, pemeriksaan lanjutan atau perawatan medis lainnya, pengeluaran akan lebih besar lagi dan berpotensi mengurangi uang tabungan secara signifikan.
Maka dari itu, penting bagi kamu untuk memahami bagaimana cara yang tepat untuk melindungi uang tabungan dari biaya rumah sakit, agar tidak menggangu perencanaan keuangan.
Tujuannya bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan uang tabungan ketika sakit, tetapi memastikan jika kebutuhan kesehatan tidak harus menghabiskan seluruh dana yang sudah kamu kumpulkan untuk tujuan lain.
Alasan Utama Mengapa Biaya Rumah Sakit Bisa Mengganggu Uang Tabungan
Biaya kesehatan termasuk salah satu jenis pengeluaran yang sulit diprediksi. Mungkin saja kamu sudah menyusun anggaran keuangan dengan baik, tetapi kondisi medis memaksa kamu untuk mengeluarkan dana di luar rencana.
Sebagai contoh, kamu punya tabungan sebesar Rp 30 juta untuk uang muka (DP) rumah. Suatu waktu, ternyata kamu membutuhkan biaya medis sebesar Rp 10 juta.
Jika semua tagihan harus dibayar menggunakan uang tabungan, maka uang yang tersisa hanya Rp 20 juta saja. Kondisi ini bisa menjadi lebih berat, ketika ternyata biaya pengobatan jauh lebih besar.
Biaya pengobatan rumah sakit bisa menjadi salah satu pengeluaran yang berpotensi mengganggu kondisi keuangan, sehingga dibutuhkan antisipasi dana kesehatan dan perlindungan yang sesuai.
Maka dari itu, kamu membutuhkan strategi yang tepat, agar uang tabungan tidak terpakai dan tetap bisa digunakan sesuai tujuan awal menabung tanpa mengabaikan kebutuhan kesehatan.
Cara Melindungi Uang Tabungan dari Biaya Pengobatan Rumah Sakit
Berikut ini akubisnis.com bagikan langkah preventif yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampak biaya medis terhadap tabungan :
1. Pisahkan antara tabungan kesehatan dengan tabungan lainnya
Memisahkan dana berdasarkan tujuan dan kebutuhan merupakan langkah cerdas dan sederhana agar anggaran keuangan berjalan dengan baik.
Sebagai contoh, kamu punya beberapa pos tabungan :
- Tabungan rumah
- Tabungan pendidikan
- Tabungan untuk liburan
- Tabungan untuk kendaraan
- Tabungan kesehatan
Dengan membuat pos-pos tabungan yang berbeda, kamu tidak langsung mengambil tabungan rumah di saat kamu membutuhkan biaya untuk pengobatan atau menjalani pemeriksaan, melainkan kamu menggunakan tabungan kesehatan untuk biaya pengobatan rumah sakit.
2. Pastikan BPJS kesehatan aktif
Keberadaan BPJS kesehatan sangat membantu perlindungan terhadap biaya pengobatan rumah sakit maupun biaya pelayanan kesehatan lainnya, sesuai dengan ketentuan program Jaminan Kesehatan Nasional.
Maka dari itu, pastikan status kepesertaan BPJS kesehatan kamu selalu aktif dan pahami prosedur pelayanan yang berlaku. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia sesuai syarat dan ketentuan, maka mampu menekan biaya pengobatan dan dana pribadi bisa dikurangi.
Meski demikian, kamu juga tetap perlu menyiapkan dana kesehatan pribadi di samping mengandalkan BPJS kesehatan. Kamu juga tetap perlu memahami cakupan pelayanan dan ketentuan yang berlaku.
3. Pertimbangkan asuransi kesehatan
Mempertimbangkan untuk membeli produk asuransi kesehatan sebagai perlindungan tambahan serta dinilai mampu melindungi tabungan dari biaya pengobatan rumah sakit.
Asuransi kesehatan bekerja sebagai prinsip pengelolaan risiko. Ketika kamu membayar sejumlah premi sesuai kebutuhan, maka kamu akan mendapatkan manfaat perlindungan jaminan terhadap kesehatan.
Berkat perlindungan produk asuransi kesehatan tersebut, sebagian risiko biaya medis bisa dialihkan kepada perusahaan asuransi sesuai dengan manfaat yang tercantum dalam polis.
Hal ini bisa membantu kamu agar tidak menggunakan uang tabungan langsung untuk membayar seluruh atau sebagian biaya pengobatan maupun biaya rumah sakit.
4. Pilih perlindungan sesuai dengan kemampuan keuangan
Sebelum membeli produk asuransi, pastikan kondisi keuangan bulanan tidak terganggu, karena biaya premi terlalu besar. Alih-alih ingin memiliki asuransi kesehatan, justru membuat anggaran kamu jadi kacau.
Perlu kamu ketahui, besarnya premi bisa dipengaruhi oleh faktor usia, cakupan perlindungan, kondisi kesehatan, gaya hidup, jenis kelamin dan pekerjaan.
Jadi, sebaiknya tidak hanya mencari manfaat perlindungan yang paling lengkap. Pertimbangkan juga kemampuan membayar premi dalam jangka panjang.
5. Pahami prosedur sistem cashless dan reimbursement
Cara klaim biaya pengobatan rumah sakit, ternyata juga bisa memengaruhi kebutuhan dana tunai ketika kamu masuk rumah sakit.
Pada sistem cashless (transaksi non tunai) kamu bisa menggunakan fasilitas asuransi di rumah sakit rekanan sesuai ketentuan, sehingga tidak perlu membayar semua tagihan di awal.
Pada sistem reimbursement, kamu perlu membayar biaya pengobatan terlebih dulu, baru kemudian mengajukan penggantian kepada perusahaan asuransi.
Jika polis asuransi menggunakan sistem reimbursement, maka kamu tetap menyediakan dana yang cukup untuk membayar semua biaya awal.
6. Siapkan dana untuk menutup biaya yang tidak ditanggung
Meskipun kamu sudah punya BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan, penting bagi kamu untuk tetap menyediakan dana pribadi.
Sebagai contoh, pasti ada saja biaya yang tidak termasuk dalam manfaat atau terdapat tagihan yang harus kamu bayar secara mandiri.
Dengan menyediakan dana tabungan kesehatan, kamu tidak bingung lagi dan tidak perlu langsung mengambil tabungan jangka panjang ketika menghadapi tagihan biaya pengobatan tersebut.
7. Siapkan dana darurat
Perlu kamu ketahui, dana kesehatan dan dana darurat punya fungsi yang berbeda, walaupun keduanya bisa digunakan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.
Dana kesehatan berfungsi untuk menutupi biaya kebutuhan medis yang relatif rutin. Sementara dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan ketika menghadapi kondisi finansial yang mendesak.
Sebagai contoh, ketika kamu punya dana kesehatan sebesar Rp 4 juta dan dana darurat sebesar Rp 10 juta. Maka di saat muncul biaya medis sebesar Rp 3 juta, maka kamu bisa menggunakan dana kesehatan terlebih dulu, sehingga dana darurat tetap tersedia untuk kebutuhan lainnya.
Besarnya dana darurat bisa disesuaikan dengan penghasilan, pengeluaran rutin, pekerjaan yang stabil dan jumlah tanggungan kamu.
Konklusi
Betapa pentingnya menyiapkan dana kesehatan sebelum semuanya terlambat. Pengalokasian dana yang tepat, dinilai mampu menjaga kestabilan keuangan dan anggaran jangka panjang.
Dengan menyiapkan dana kesehatan secara baik, mampu menjaga dana atau anggaran lainnya tidak habis terpakai untuk biaya pengobatan dan perawatan.
Maka dari itu, penerapan tujuh langkah preventif di atas tersebut, akan membantu kamu menjaga anggaran keuangan jangka panjang.
Semoga bermanfaat.
