Untung Rugi Membeli Rumah KPR - Kumpulan Artikel Bisnis
iklan banner

Untung Rugi Membeli Rumah KPR

Untung Rugi Membeli Rumah KPR

Kebutuhan akan tempat tinggal di kota besar maupun di sekitarnya semakin tinggi. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya perumahan baru yang terus tumbuh, terutama di beberapa kota penyangga Ibukota, misalnya saja Depok, Bekasi, Bogor dan Tangerang. Tidak sedikit masyarakat yang memutuskan untuk membeli rumah dengan cara mengangsur, karena setiap tahun harga rumah selalu naik.

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah menjadi alternatif solusi yang dipilih untuk mendapatkan rumah idaman, karena berbagai keuntungan yang didapatkannya. Itu kata mereka loh, yang sudah mengajukan KPR. Meski mereka harus mengangsur dalam jangka waktu yang lama, yang penting mereka memiliki rumah sendiri.

Semakin sulitnya kondisi perekonomian di Indonesia, memaksa sebagian besar masyarakat yang penghasilannya pas-pasan "memaksa" untuk membeli rumah dengan mengandalkan KPR. Tidak peduli mereka kerja siang malam, yang penting punya rumah yang impian.

Tidak sedikit yang menilai jika KPR memberikan banyak keuntungan bagi mereka yang memimpikan sebuah hunian, tetapi belum punya dana yang cukup. Namun, tahukah kamu bahwa di balik segala keuntungannya itu, KPR juga pastinya menyimpan kerugian?

Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah sebagai investasi jangka panjang, Akubisnis.com ingin mengajak pembaca apa saja sih untung ruginya KPR. Dengan demikian, kamu bisa lebih bijak mengambil keputusan terbaik yang sesuai dengan kebutuhanmu. 

Keuntungan Beli Rumah dengan Sistem KPR

Seperti kamu ketahui, KPR menjadi alternatif pembayaran yang dipilih. Kata mereka, KPR itu banyak keuntungannya. Yuk kita simak bersama-sama, apa saja keuntungan yang katanya "menguntungkan". Apakah memang benar-benar menguntungkan? Berikut ulasannya :

1. Kebutuhan dana tunai yang besar bisa terpenuhi

Dengan menggunakan sistem pembayaran KPR, akan memenuhi kebutuhan dana tunai yang jumlahnya sangat besar. Kamu mungkin tidak perlu membayar uang dalam jumlah besar sekaligus untuk membeli rumah, tetapi kamu bisa mengangsurnya setiap bulan selama bertahun-tahun.

KPR akan membantumu mengatasi kesulitan dana ini, karena kamu sebagai debitur hanya perlu menyediakan uang muka saja plus uang tambahan lainnya, sehingga kamu tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar di awal.

2. Rumah bisa disewakan, dan ini bisa memberikan keuntungan

Kamu juga bisa mengajukan KPR untuk selanjutnya menyewakan rumah tersebut, maka hal ini membantu meringankan angsuran kamu setiap bulannya. Dengan menyewakan rumah, maka kamu bisa mendapatkan uang sewa. Jika mendapatkan nila sewa yang cukup tinggi, maka mungkin saja kamu akan memperoleh keuntungan.

Jika uang sewa yang kamu dapatkan lebih tinggi dari jumlah angsuran, maka selisihnya adalah keuntungan bagi kamu. Berbeda ketika kamu membeli rumah secara tunai, karena ada faktor lain, seperti inflasi. Jadi, cukup menguntungkan bukan?

3. Dana bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya

Menurut pantauan Akubisnis di lapangan, masih ada saja sebagian orang yang punya dana untuk membeli rumah, tetapi malah lebih memlih untuk kredit rumah alias KPR. Biasanya mereka memilih untuk menggunakan dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Setelah membayar uang muka dan biaya-biaya lainnya untuk mengajukan KPR, bisa saja dana yang tersisa akan digunakan untuk investasi jangka panjang lainnya. Dengan demikian, seluruh kebutuhan bisa terpenuhi dan kamu mungkin saja akan mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan tersebut. 

Ketahui Apa Saja Kerugian dari KPR

Seperti sudah saya katakan di atas, di balik keuntungannya, KPR menyimpan kerugian yang bisa berdampak jangka panjang bagi kamu yang membeli rumah secara kredit. Nah, berikut adalah poin-poin kerugian apa saja yang perlu diketahui :

1. Timbul beban finansial

Namanya berutang, pasti akan timbul beban finansial, yaitu kewajiban untuk membayar angsuran setiap bulannya. Bisa dikatakan, sekarang ini kamu punya utang baru. Nah, utang ini pastinya bakalan menjadi sebuah beban finansial yang wajib diselesaikan. 

Jika keuangan kamu sudah kacau dan tidak sanggup lagi membayar angsuran, maka siap-siap saja rumah impian kamu akan disita. Kamu baru akan mendapatkan keuntungannya, ketika kamu sudah mampu melunasinya hingga selesai, tapi pasti butuh waktu yang cukup lama.

2. Suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu

Raanya saat ini sudah tidak ada angsuran yang flat atau angsuran tetap setiap bulannya, kecuali rumah subsidi masih ada yang angsurannya flat. Maka dari itu, suku bunga kredit rumah umumnya hanya tetap di beberapa tahun awal saja, dan biasanya akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar, dan bisa saja naik ataupun turun.

Ketika suasana tidak kondusif, misalnya kerusuhan atau kondisi sosial politik lainnya atau pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu, bisa saja menyebabkan perekonomian jadi tidak stabil. Hal ini pastinya akan berimbas pada kenaikan suku bunga. Maka, siap-siap saja kamu menanggung imbasnya dengan suku bunga yang lebih tinggi. Syukur-syukur kamu maih bisa membayar angsurannya. 

Jadi, selama kamu mengangsur, kamu akan terus merasa was-was dengan potensi perubahan suku bunga tersebut. Apalagi jika tenor angsuran semakin lama. Berbeda jika kamu membelinya secara tunai.

3. Jumlah uang yang dikeluarkan akan lebih besar

Namanya berutang ke bank, pasti ada bunga yang mesti kamu bayarkan bersama angsuran setiap bulannya. Besaran suku bunga akan berbeda-beda tergantung dari bank pemberi kredit. Semakin lama kamu mengangsur, maka jumlah uang yang dibayarkan semakin besar.

Maka dari itu, jika ditotal secara keseluruhan, jumlah uang yang kamu bayarkan akan sangat besar. Berbeda jika kamu memberi rumah secara tunai. Ya wajar saja sih, namanya juga membeli rumah secara KPR, pasti nominalnya akan membengkak. Itulah risikonya yang mesti siap kamu tanggung.

4. Salah perhitungan, rumah impian bisa melayang

Sebelum kamu mengajukan KPR, perhitungkan dengan matang kemampuan finanial kamu. Hal ini penting dilakukan, karena jika sampai gagal bayar, rumah tersebut akan disita. Dengan demikian, kamu bisa saja kehilangan rumah idaman meski kamu sudah mengangur sebagian. Sayang sekali bukan?

Siapkan dana cadangan atau darurat, jika sewaktu-waktu keadaan ekonomi sedang tidak stabil, karena kita tidak tahu bagaimana kondisi ekonomi ke depannya nanti. Contohnya seperti pandemi COVID-19 yang memporak-porandakan pereknomian di seluruh dunia.

Konklusi

Sekali lagi, berpikir bijak jika kamu ingin mengajukan rumah KPR. Bukannya apa-apa, karena ini investasi jangka panjang. Pastinya kamu bakalan membayar angsuran rumah setiap bulannya selama belasan tahun, misalnya saja 15 tahun atau bahkan ada yang 25 tahun. Itu waktu yang sangat lama dan kamu harus sudah siap dengan hal ini.

Jika memang finanial tidak memungkinkan, jangan memaksakan kehendak. Kamu juga perlu mengetahui kapan waktu yang tepat mengajukan KPR. Tidak ada salahnya kamu mengurungkan niat untuk kredit rumah. Toh kamu masih bisa mengontrak rumah, tanpa perlu punya utang setiap bulannya bukan? 

Atau kamu bisa menyicil bangun rumah di kampung halaman, karena biasanya harga tanah di pedesaan masih lebih murah dibanding di kota.

Dengan menyisihkan sebagian pendapatan kamu, kamu bisa menyicil membangun rumah di kampung halaman, dan bebas menentukan model dan bahan bangunan yang sesuai dengan keuanganmu. Selain itu, dengan memiliki hunian di desa, kamu juga bisa menghabiskan masa tuamu dengan lebih tenteram.

Semoga bermanfaat.

Previous
Next Post »

22 komentar

  1. segala sesuatu itu ada keuntungan dan kerugiannya. Termausk membeli rumah secara KPR. Jadi harus dipikirkan baik-baik. Apalagi terkadang rencana tak sesuai keinginan. Misalnya rumah bisa disewakan. Hanya kalau yang mengontrak tidak amanah, rumah bisa rusak. Akhirnya uang sewa buat perbaikan rumah. Namun poin 3, yang jiwa bisnisnya jalan, dana atau modal yang ada, dipakai dulu buat usaha. Jadi keuntungannya bisa untuk membayar angsuran rumah.

    BalasHapus
  2. Keuntungan KPR emang bisa memenuhi kebutuhan dana tunai berjumlah besar sih. Apalagi beli rumah cash jaman sekarang juga ngga mudah. Namun bisa membantu banget dengan mengangsur. Tapi ya harus nyari yang flat sih biar suku bunga ngga berubah2 juga. Pokoknya sesuaikan sama budget aja deh biar ga jadi beban finansial.

    BalasHapus
  3. Untuk saat ini membeli rumah rasanya saat ini masih harus mengandalkan kpr, sulit rasanya untuk bisa membeli rumah cash karena harga rumah yang tinggi

    BalasHapus
  4. memutuskan kpr rumah nih emang banyak banget yang harus sipertimbangkan matang-matang. karena dananya nggak sedikit dan untuk jangka panjang jugaaa. thanks informasinya kak

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah kami sudah lunas rumah KPR. Untungnya dulu cicilannya flat. Seiring waktu, penghasilan bertambah, tapi cicilan tetep, yaaa makin ringan. Sekarang, aku lihat, engga ada KPR yang cicilannya flat. Pasti floating ngikutin bunga. Itu berat sih...

    BalasHapus
  6. Sangat insightful banget bagi aku yang lagi mau mulai cicil KPR. Terima kasih pembahasannya ya kak!

    BalasHapus
  7. Ada plus minusnya ketika mengambil KPR ya. Enak sih nantinya jadi punya rumah dan nggak harus nunggu lunas sudah bisa ditempati. Tapi, tiap bulan jadi punya cicilan dalam jangka waktu yang lama. Makanya harus dipertimbangkan betul ya ketika mau mengambil KPR, pertimbangkan untung dan ruginya.

    BalasHapus
  8. Aku menghindari nih beli rumah KPR bahkan dgn sistem syariah sekalipun. Harganya udh ga ngotak. Iya kalo pendapatan kita mulus tiap bulan. Kalo kyk kemarin pas corona trs kena PHK, ga dpt pesangon, ribet deh buat bayar angsuran. Ya untungnya sih ada keringanan tp kan bank jg ada wkt keringanannya. Ribet deh pokoknya kmrn. Ada yg sampe jual murah tp ga laku2.

    BalasHapus
  9. Kalo KPR memang kadang beban mental ya sama berapa yang dbayar tiap bulan dan panjangnya jangka cicilan. Jadi harus benar-benar ada semacam jaminan pasti ada uang selama masa pembayaran

    BalasHapus
  10. Pasti ada plus minusnya ya kak. Kalau pas suku bunga lagi turun mah asik juga, bayar cicilan KPR gak terasa berat. Tapi ya sebaliknya, kalau pas lagi naik, wuah bisa berabe. Kudu mempersiapkan dana tak terduga buat membayarnya

    BalasHapus
  11. Kalau ambil KPR, setelah ditotal memang jadinya lumayan banyak. Terbayang kerja keras ngumpulin duit, banyak larinya ke biaya dan bunga bank. Tapi ya itu pilihan sih... disesuaikan dengan kemampuan.

    BalasHapus
  12. KPR memang ada kelebihan ada kekurangan. Tapi memang KPR itu mertingankan kita yang punya impian rumah. Asal kita mampu sih ga masalah

    BalasHapus
  13. Kalau mau beli rumah sistem KPR itu mesti hitung bener-bener sih memang. Dan pastikan bank pembeli KPR membuka opsi untuk pelunasan sebagian. Jadi ketika kita punya uang lebih, kita bisa melakukan pelunasan sebagian. Ini lebih menguntungkan

    BalasHapus
  14. Kemarin baru ngumpul sama teman-teman. Pada ngomongin KPR. Katanya cicilannya memberatkan. Ada yang bilang mau pindah kredit dan cari yang flat biar nggak memberatkan.

    Terus pada bilang kalau beli rumah pakai KPR tuh emang lebih mudah.

    BalasHapus
  15. Mengambil hunian dengan cara KPR memang butuh banyak pertimbangan terutama perhitungan finansial sih ya. Selain karena kemungkinan nilai angsuran yang naik terus, ada kekhawatiran juga jadi gagal bayar. Tapi nggak semua orang punya kelonggaran untuk beli rumah tinggal secara cash nih. Jadi memang butuh strategi sebelum membeli sih.

    BalasHapus
  16. Sebenernya iyaa sih cash pun juga ada untung ruginya ya kan, namanya juga transaksi. tp kalau tahu untung ruginya KPR giini semoga orang2 semakin aware dan ngga ngasal ambil sembarangan KPRnya ya

    BalasHapus
  17. Harus dipertimbangkan banget memang ya kalo mau beli rumah KPR. Intinya, harus siap dana bukan cuma sesaat, tapi seterusnya.

    BalasHapus
  18. plus minus sih ya beli rumah KPR tapi dibandingkan minusnya, saya sih melihat lebih banyak plusnya terutama keringanan membayar dengan dengan di cicil. tapi kita memilih kan KPR dengan Suku bunga flat, setahu saya ada perumahan KPR dengan fasilitas pembayaran seperti itu

    BalasHapus
  19. Kalau pembayaran cicilan KPR menunggak, rumahnya otomatis tergadaikan kah?
    Aku gak begitu paham mengenai cicil mencicil, tapi kini kabarnya sejak ada bank syariah jadi lebih fleksibel yaa..

    BalasHapus
  20. Untuk KPR memang harus dipertimbangkan baik-baik krn kan ini terhilang hutang jangka panjang. Kalau memang blm mampu ya jgn memaksakan. Kita masih bs ngontrak. Toh kita ga wajib dan ga berdosa kalau ga pny rumah. Tp kita berdosa kalau ga bayar hutang.

    BalasHapus
  21. Bener banget mba, saat mengambil KPR ini kita juga nggak akan tahu dengan yang terjadi di masa depan. Seperti kemungkinan kejadian covid, ketika usaha gulung tikar, atau PHK perusahaan misalnya

    BalasHapus
  22. Artikel ini bisa jadi pertimbangan yaahh untuk menentukan beli rumah KPR atau tidakk, intinya pasti masing-masing punya baik kurang nya.

    BalasHapus


EmoticonEmoticon